07/04/2020

Pulau Pajjenekang

Pulau Pajjenekang adalah salah satu pulau yang layak dieksplore oleh pencinta wisata pantai. Pulau kecil ini masuk dalam wilayah Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Namun untuk ke pulau tersebut dari daratan pulau Sulawesi, aksesnya justru lebih dekat dari kota Makassar.

Hari itu, perahu jolloro yang dinakhodai oleh Nasir, meninggalkan Dermaga Muara Sungai Paotere sekitar pukul 10.45 Wita. Matahari mulai terik. Sekitar 15 orang penumpang berjejal di ruang yang ada di palka perahu. Sebagian memilih berlindung dari terik matahari di bawah atap, dan sebagian lainnya duduk manis di antara kotak styrofoam ikan yang sudah kosong. Hari itu, perahu jolloro akan menuju ke Pulau Pajenekang.

Nasir adalah pemuda yang lahir dan tumbuh besar di Pulau Pajenekang, dan hingga beranak pinak. Ayah muda dengan dua anak lelaki itu kini adalah nelayan yang cukup disegani di kampung halamannya.

Perahu Jolloro dengan panjang badan sekitar 15 meter, terombang ambing dipermainkan gelombang kecil di mulut muara sungai Paotere. Mesin 24 PK mendorong perahu membelah lautan dalam waktu tempuh sekitar 60 menit dari Dermaga Paotere hingga tiba Pulau Pajenekang.

Perahu jolloro milik nelayan sebenarnya hanya alat transportasi alternatif menuju ke pulau-pulau yang ada di perairan Kabupaten Pangkep dan sekitarnya. Angkutan resmi yang dapat digunakan menyeberang ke pulau-pulau adalah perahu Ferry dapat diakses dari pelabuhan Paotere. Namun lebih banyak penduduk pulau yang lebih suka menumpang jolloro milik nelayan, meski harus duduk berdesak-desakan dengan sesama penumpang maupun barang bawaan lainnya dalam keadaan kurang terjamin kenyamanannya.

Waktu tempuh kapal Ferry untuk sampai ke tujuan memang lebih lama, bisa mencapai 2 jam, karena kapal tersebut harus menyinggahi beberapa pulau, sesuai dengan tujuan penumpang.
Perahu yang tanpa dinding, memberi sensasi dan pengalaman yang tentu saja sangat luar biasa. Para penumpang dapat bersentuhan langsung dengan udara permukaan laut, merasakan percikan ombak yang menimpa wajah, bermain dengan gelombang yang terkadang menantang kekuatan mental, terutama bagi anak-anak daratan yang jarang bermain dengan laut. Namun pemandangan alam yang tanpa batas telah membuat para penumpang melupakan ujian mental di atas perahu. Apalagi ketika pandangan mata lurus memandang ke arah pulau yang menjadi tujuan akhir perahu jolloro yang ditumpangi.

Pulau Pajenekang!

Penulis: Hurriah Ali Hasan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *